Perang Dayak — Dan Madura

Pada masa pemerintahan Orde Baru, program transmigrasi besar-besaran dilaksanakan. Banyak warga Madura didatangkan ke Kalimantan Barat sebagai tenaga kerja.

In the aftermath, the Indonesian government and local leaders worked toward reconciliation. Peace treaties were signed, and cultural ceremonies were held to "cleanse" the land of the blood that had been shed. However, the psychological scars remain. Many Madurese refugees struggled to reintegrate into a homeland they had left decades prior, and those who eventually returned to Kalimantan faced a changed social dynamic. perang dayak dan madura

Perbedaan budaya yang kontras, persaingan ekonomi, hingga stereotipe negatif yang menumpuk selama bertahun-tahun. Catatan Sejarah: Pada masa pemerintahan Orde Baru

Perbedaan karakter budaya turut memici gesekan: perang dayak dan madura